MUHAMMAD IHSAN

MUHAMMAD IHSAN

SMAS DH – KEDOKTERAN HEWAN IPB

Tidak hanya Bimbingan Belajar tetapi juga Bimbingan strategi memilih PTN, terima kasih pengajar-pengajar yang telah memberikan ilmunya, semoga menjadi amal yang terus mengalir. aamiin ūüôā

5 Alasan Mengapa Anda Harus Menimba Ilmu ke Selandia Baru

5 Alasan Mengapa Anda Harus Menimba Ilmu ke Selandia Baru

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat Indonesia selalu menekankan pentingnya pendidikan tinggi, karena itulah kunci untuk memiliki karier yang baik. Namun, bagaimana jika pendidikan dapat dilihat pada tingkatan yang berbeda, di mana setiap anak bisa memperluas wawasan serta pandangannya tentang dunia, eksposur internasional, dan juga kesempatan tanpa batas untuk pengembangan pribadi dan juga profesional? Bersama dengan sistem pendidikan Selandia Baru, semuanya adalah kenyataan.

Selain pemandangan alam yang menakjubkan dengan hasil bumi berkualitas tinggi, Selandia Baru adalah rumah bagi pendidikan tertinggi yang menghasilkan lulusan dengan kualitas terbaik. Berikut lima alasan mengapa Anda sebaiknya memilih Selandia Baru untuk masa depan anak Anda seperti rilis dari Education New Zealand.

1. Pendidikan Kelas Dunia yang Membuat Pelajar Beraktivitas dengan Baik

Sekitar 1.000 pelajar Indonesia sedang menjalankan pendidikan di Selandia Baru, begitu pula dengan pelajar dari negara-negara lainnya. Hal ini membuktikan bahwa dunia mengakui Selandia Baru sebagai tujuan pendidikan berkualitas tinggi. Bahkan, Selandia Baru adalah satu-satunya negara di dunia yang delapan universitasnya masuk dalam jajaran peringkat 3 persen teratas di dunia.

Pemerintah juga menawarkan kesempatan yang diakui internasional untuk para lulusan Selandia Baru di mana mereka dapat memilih untuk tinggal di Selandia Baru, kembali ke Indonesia, atau pindah ke luar negeri untuk bekerja.

2. Minat dan Karier yang Sejalan

Pelajar Indonesia sering dihadapkan pada keraguan untuk menentukan antara karier yang menjanjikan atau impian mereka. Biasanya, pelajar hanya bisa memilih salah satunya, namun tidak di Selandia Baru, para pelajar dapat menggabungkan keduanya.

Selandia Baru menawarkan berbagai macam kelas dan program yang dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi minat dari pelajarnya, baik pelatihan dasar seperti manajemen bisnis, dan sastra. Tak hanya itu, ada juga pelatihan eksklusif seperti gaming, animasi, atau petualangan pariwisata.

link berita : http://lifestyle.liputan6.com/read/3060225/5-alasan-mengapa-anda-harus-menimba-ilmu-ke-selandia-baru

Pendidikan Coding Krusial di Era Digital

Pendidikan Coding Krusial di Era Digital

Sindonews.com –¬†Kemampuan coding diyakini menjadi salah satu skill yang perlu dikuasai generasi digital, bahkan menjadi literasi keempat setelah calistung. Pembelajaran ini dinilai membantu anak memecahkan masalah dan mendukung karier ketika dewasa kelak.

Dunia digital menuntut para generasi milineal untuk menambah satu lagi kecakapan. Setelah membaca, menulis, berhitung, coding dipandang sebagai literasi keempat yang perlu dikuasai. Setidaknya inilah yang diyakini para pendidik dan praktisi teknologi.

Kemampuan coding dipandang akan membantu dalam memecahkan berbagai masalah, mendukung pekerjaan, hingga karier mereka nantinya. Coding juga jawaban dalam menyelesaikan masalah dengan menggabungkan semua pengetahuan yang dimiliki.

‚ÄúUntuk membuat game yang bagus misalnya,¬† harus mengabungkan pengetahuan matematika, sains, bahasa, seni supaya game mereka benar-benar menarik,‚ÄĚ ujar Budi Chang Direktur EKTIZO Coding.

Pembelajaran coding sendiri adalah kegiatan memprogram komputer melalui penyusunan instruksi-instruksi dengan bahasa pemrograman. Untuk siswa pemula khususnya anak-anak, tersedia bahasa pemrograman yang menyediakan kumpulan instruksi dalam bentuk blok sehingga tidak perlu dihafal. Blok-blok tersebut dibuat seperti puzzle yang dapat dipasangkan dengan blok lain.

‚ÄúBlok-blok tadi dapat digunakan untuk memrogram karakter tertentu atau mengatur backdrop, customes, suara, dan lainnya. Dengan mengerti logika dan menguasai penyusunan blok, anak-anak dapat membuat games, animasi, cerita digital, musik, dan sebagainya,‚ÄĚ ungkap Budi.

Menurutnya, seperti skill lainnya, coding bisa diajarkan sejak dini. Umumnya coding diperkenalkan melalui permainan untuk anak-anak usia dini. Bagi anak-anak SD yang sudah bisa membaca, bisa diperkenalkan aplikasi yang didesain untuk mengasah logika. Saat ini tersedia banyak aplikasi dan referensi bagi guru dan orangtua untuk mengajarkan logika dan dasar coding kepada anak-anak.

Budi mengaku, dua tahun lalu, tidak banyak yang mengetahui tentang coding. Sebagian besar lainnya yang tahu apa itu coding, belum sepenuhnya mengerti manfaat coding untuk anak-anak. Seiring  waktu, orangtua mulai banyak mendengar dan membaca tentang coding dan manfaatnya.

Kini mereka justru menilai coding penting dan mempercayakan pembelajaran coding anak mereka kepada lembaga-lembaga pelatihan coding seperti EKTIZO Coding. Nyatanya, pelatihan coding juga dianggap menyenangkan bagi anak-anak. Mereka melihat pendidikan coding sebagai hal yang keren (berdasarkan hasil penelitian Microsoft terhadap 1,850 siswa di bawah 24 tahun di 8 negara Asia Pasifik termasuk Indonesia).

Selain itu, coding bagi pemula juga dipandang tidak sulit karena sudah tersedia banyak toolsnya. Hanya tinggal mengajari dan membimbing mereka, maka coding pun dapat menjadi bagian dalam keseharian anak-anak.

Sosialisasi Pembelajaran Coding
Guna menyosialisasikan pentingnya pendidikan coding, EKTIZO sendiri aktif mendukung gerakan Hour of Code, yaitu sebuah kampanye global dari Amerika Serikat yang bertujuan memperkenalkan coding kepada semua orang terutama anak-anak dan remaja di seluruh dunia. Saat ini sudah lebih dari 200 juta anak-anak di seluruh dunia belajar coding melalui Hour of Code.

Pertama kali, diadakan workshop Hour of Code ini pada tanggal 11 Desember 2013 di tiga sekolah di Tanah Air. Menurut Budi, kegiatan ini sekaligus menjadi Hour of Code pertama di Indonesia karena kegiatan serupa dimulai di Amerika pada tanggal 9 Desember 2013. Sampai sekarang, tercatat lebih dari 3.000 anak di berbagai daerah di Indonesia telah belajar coding bersama pihaknya.

link berita : https://nasional.sindonews.com/read/1239922/144/pendidikan-coding-krusial-di-era-digital-1505451297

Indonesia-Rusia Kembangkan Digitalisasi Pendidikan

Indonesia-Rusia Kembangkan Digitalisasi Pendidikan

Sindonews.com –¬†Indonesia melalui Universitas Pertahanan (Unhan)¬† Rusia terus meningkatkan kerja sama dengan Rusia di bidang pendidikan. Salah satunya mengembangkan digitalisasi pendidikan.

Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan) Laksda TNI Amarulla Octavian pada Eastern Economic Forum 2017 yang berlangsung pada 4-7 September 2017 adalah 2nd Russia-ASEAN University.

Forum yang diselenggarakan oleh Moscow State Institute of International Relations (MGIMO University) bersama Far Eastern Federal University (FEFU) ini dihadiri oleh para rektor, dekan, diplomat, pakar, peneliti dan pengamat dari Rusia dan perwakilan 25 negara peserta.

“Forum ini bertujuan meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya antara Rusia dengan kesepuluh negara anggota ASEAN,” ujarnya.

Pada forum tersebut para pembicara setingkat menteri terbagi dalam lima sesi sesuai topik bahasan dari berbagai disiplin ilmu.

Sebagai pembicara ketiga di sesi keempat, Amarulla Octavian menyampaikan peluang kerja sama pendidikan Indonesia-Rusia ke depan dengan judul ‚ÄúIndonesia and Russia: Mutual Education Cooperation‚ÄĚ.

Menurut dia, kerjasama pendidikan antara Indonesia dan Rusia dapat ditingkatkan sesuai dengan program aksi ASEAN Economic Community (AEC) dan ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC).

Peluang tersebut diperkuat oleh Ky Anh Nguyen dari ASEAN Secretariat dan selaras dengan Rencana Strategis Kemenristek Dikti sebagaimana disampaikan oleh Sesditjen Sumber Daya Iptek Dikti, Prof DR John Hendri, Ph D pada sesi berikutnya.

Octavian menjelaskan peluang kerjasama pendidikan Indonesia-Rusia dapat difokuskan untuk memenuhi tuntutan peningkatan rate of social return melalui pertukaran dosen, baik untuk pendidikan maupun untuk penelitian bersama dan optimalisasi peran aktif universitas kedua negara memberikan kontribusi akademis kepada pemerintah masing-masing.

Dari kedua fokus tersebut, kata dia, dalam waktu dekat Indonesia dapat memanfaatkan kemajuan teknologi Rusia untuk menerapkan digitalisasi pendidikan menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar.

“Bagi Unhan, digitalisasi pendidikan merupakan sarana yang sangat penting menyelenggarakan sosialisasi berbagai program Bela Negara untuk masyarakat di kawasan perbatasan,” tuturnya.

link berita : https://nasional.sindonews.com/read/1237577/144/indonesia-rusia-kembangkan-digitalisasi-pendidikan-1504781356

Perpres Pengganti Full Day School Redakan Kegalauan Masyarakat

Perpres Pengganti Full Day School Redakan Kegalauan Masyarakat

Sindonews.com –¬†Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), dinilai meredakan kegalauan masyarakat akibat penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Maka itu, Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati merespons positif penerbitan perpres ini sebagai pengganti aturan full day school, sekolah delapan jam perhari dari Senin hingga Jumat.

“Setidaknya dengan adanya perpres itu, keriuhan dan kegalauan masyarakat terkait dengan full day school sebagaimana dikeluarkan melalui permendikbud menjadi reda,” kata Reni Marlinawati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Menurut dia, substansi Perpres PPK tidak jauh berbeda dengan Permendikbud tentang Hari Sekolah. “Tapi ada beberapa poin penting yang ini harus dijabarkan kementerian terkait, Kemendiknas, Kemenag, Kemendagri, dan Kemenpan RB,” tuturnya.

(Baca juga: Perpres Pendidikan Karakter, Mendikbud Sebut Jam Sekolah Opsional)

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, Permendikbud tentang Hari Sekolah penting untuk mempertegas mekanisme yang harus dilakukan oleh masyarakat. Maka itu, dia berharap, Perpres PPK itu membuat masyarakat lebih tenang.

“Karena sampai hari ini kami menemukan di lapangan kalaupun sudah ada surat edaran dari Kemendikbud dengan adanya rencana keluar Perpres sebelumnya, tapi di lapangan proses belajar lima hari dengan beberapa situasi dan kondisi sekolah yang tidak memadai itu masih berjalan,” ungkapnya.

link berita : https://nasional.sindonews.com/read/1237585/144/perpres-pengganti-full-day-school-redakan-kegalauan-masyarakat-1504782198

Dosen Muda Ini Koleksi Ribuan Penghapus Selama 20 Tahun

Dosen Muda Ini Koleksi Ribuan Penghapus Selama 20 Tahun

Sindonews.com –¬†KALAU sudah hobi, apa pun dilakukan. Seperti yang dilakukan Lintang Ratri Rahmiaji, Dosen FISIP Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang hobi mengoleksi penghapus. Beragam jenis dan motif penghapus telah dikumpulkannya hingga mencapai 3.279 penghapus.

Hobi mengoleksi penghapus dilakukan Lintang sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Awalnya ketika itu dia gemar mengumpulkan berbagai macam perangko dan lain sebagainya.

“Saat masih kecil sewaktu SD, saya suka mengumpulkan macam-macam kayak perangko, dan lain-lain,” ujar Lintang saat ditemui di rumahnya, Graha Padma Jalan Taman Grandis II No 3 Semarang, Senin (11/9/2017).

“Ketertarikan saya ngumpulin penghapus ya saat jalan-jalan liihat penghapus kok lucu banget kayak bentuk kereta, boneka. Ternyata ada penghapus tiga dimensi. Dari sinilah saya mulai suka ngoleksi penghapus,” sambung ibu dua putri ini.

Namun demikian, Lintang mengaku baru mulai masif dalam mengumpulkan penghapus saat duduk di bangku perkuliahan. Keseriusannya mengoleksi ragam jenis penghapus dilakukan dengan seringnya mencari informasi penjualan penghapus melalui internet.

Perburuan penghapus pun hingga merambah produk dari luar negeri seperti Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Singapura dan beberapa negara lainnya.

Semua dia dapatkan melalui online shop. Selain itu, keterlibatannya dalam komunitas Eraser Kolektor Indonesia memudahkannya untuk mendapatkan beragam penghapus.

“Ya mulai masif dan serius mengoleksi penghapus ini ya sejak kuliah. Saat itu saya mencari-cari informasi penjualan penghapus melalui internet dengan membuka website hunnypot. Saat mengklik muncul berbagai foto-foto jenis penghapus yang cukup menarik dan tentu saat menggoda saya untuk membelinya,” tutur perempuan kelahiran 28 Desember 1981 ini.

Melalui online shop, dia mendapatkan¬† penghapus produk Amerika Serikat, Australia, Inggris. “Tapi yang paling banyak dari¬† Singapura dan Jepang. Karena produk di kedua negara tersebut unik dan menarik,” sebutnya.
Lintang menyebutkan, penghapus yang dikoleksinya dari mulai seharga Rp1.500 hingga Rp720.000.

Menurut dia, Jepang merupakan negara produsen penghapus terbanyak yang orisinil jika dibandingkan dengan negara lainnya. “Kualitas penghapus dari Jepang bagus jika dibandingkan dengan China jelas beda. Penghapus yang saya beli dari Jepang sampai sekarang tak berubah dan tak mudah meleleh,” tuturnya.

Di antara koleksi penghapus yang dimilikinya, Lintang mengaku jika penghapus dengan bentuk kereta hingga Disney yang membuatnya paling berkesan hingga sekarang. “Saya paling suka penghapus Smiggle dari Singapura,” ungkapnya.

Meski sudah mencapai 3.279, Lintang tak akan berhenti untuk terus mengoleksi penghapus. “Sampai sekarang pun saya sudah pesan penghapus dari Jepang yakni satu set Gumiko,” ungkap putri pertama anggota DPD RI Bambang Sadono ini.

Atas kegigihan dan keuletannya dalam mengoleksi penghapus, Lintang mendapatkan apresiasi dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID).

link berita : https://nasional.sindonews.com/read/1238706/15/dosen-muda-ini-koleksi-ribuan-penghapus-selama-20-tahun-1505145401

Mendikbud Dorong Alokasikan Dana Desa untuk Perpustakaan Desa

Mendikbud Dorong Alokasikan Dana Desa untuk Perpustakaan Desa

Sindonews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyanggupi dan berjanji akan mengusahakan agar dana desa bisa dialokasikan untuk pembangunan perpustakaan. Hal itu disampaikan Jokowi saat meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, di dalam dana desa memang ada alokasi untuk pendidikan.

“Bisa didefinisikan untuk perpustakaan desa, penyelenggaraan paud dan saya pernah brdiskusi degan Mendes bagaimana pemanfaatan alokasi dana itu,” ujar Muhajir di Halaman Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Menurut Muhadjir, perpustakaan nasional yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi akan menjadi pusat jaringan perpustakaan di seluruh daerah baik perpus sekolah maupun perguruan tinggi.

Terkait hal ini, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Menristek Dikti mengenai jurnal elektronik seluruh perguruan tinggi agar dimasukkan ke Perpustakaan Nasional ini. Dalam hal dana desa untuk perpustakaan desa, nantinya ada beberpa persen dari dana tersebut untuk membiayai perpustakaan desa.

“Memang sudah ada. Tapi bagaimana implementasinya itu yang memang bertahap dan tidak semua desa juga siap dan itulah yang harus didorong,” pungkasnya.

link berita : https://nasional.sindonews.com/read/1239625/144/mendikbud-dorong-alokasikan-dana-desa-untuk-perpustakaan-desa-1505376693

Hasil Tes Narkoba Ikut Tentukan Kelulusan Calon Siswa SMA/SMK

Hasil Tes Narkoba Ikut Tentukan Kelulusan Calon Siswa SMA/SMK

Liputan6.com, Makassar –¬†Para calon siswa dan dan siswi yang mendaftar masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Sulawesi Selatan pada tahun ajaran 2017/2018 harus melalui¬†tes narkoba¬†untuk bisa lulus ke sekolah favorit mereka.

“Sekarang kami wajibkan kepada semua calon siswa baru (SMA sederajat) mengikuti tes narkoba jika ingin melanjutkan tingkat pendidikannya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo, Rabu, 28 Juni 2017.

Irman menjelaskan bahwa dirinya sengaja menambahkan persyaratan tes narkoba kepada calon siswa baru untuk SMA sederajat demi menekan peredaran narkoba di kalangan remaja.

“Ini untuk menekan peredaran narkoba di kalangan siswa SMA dan SMK yang setiap tahun terus meningkat,” katanya.

Tes narkoba dilaksanakan pertama kalinya pada tahun ini. Ia berharap tes narkoba mampu memberi efek jera sebab saat ini peredaran narkoba juga menyentuh kalangan remaja.

“Diharapkan mampu memberi efek jera dan membuat mereka berpikir ulang untuk menyentuh barang haram tersebut jika ingin melanjutkan pendidikannya,” kata Irman.

source : http://regional.liputan6.com/read/3005804/hasil-tes-narkoba-ikut-tentukan-kelulusan-calon-siswa-smasmk

Berusia 81 Tahun, Kakek dari Palestina Semangat Ujian Akhir SMA

Berusia 81 Tahun, Kakek dari Palestina Semangat Ujian Akhir SMA

Liputan6.com, Jakarta Meski sudah berusia 81 tahun, seorang kakek yang berasal dari Palestina ini tetap semangat untuk ikut ujian akhir SMA. Tentu saja usia tidak membatasi kegigihannya, untuk menempuh pendidikan hingga akhir hayat. Seperti yang dirilis dari reuters.com, Selasa (13/6/2017).

Abu Ajameyah, ayah dari 14 anak ini merupakan pensiunan sales makanan yang bekerja di Kota Hebron, West Bank. Pada tahun sebelumnya, ia pernah mengambil ujian nasional yang sama, namun gagal. Tetap saja ia tidak menyerah, dan tetap belajar sambil menemani 36 cucunya bermain bersama.

Belajar selama 5 jam sehari, Abu mengaku sangat suka dengan pendidikan. Ia menyatakan tidak ada batasan dalam belajar, bahkan belajar sendiri tidak dibatasi dengan usia. Sehingga ia berani untuk mengambil ujian agar mendapatkan ijazah SMA.

“Saya ingin menjadi contoh untuk generasi mendatang untuk tidak berhenti belajar,‚ÄĚ ungkap Abu dengan bangga, menggunakan baju formal dengan dasi.

Ketika ujian, Abu menggunakan ruangan berbeda di sebuah sekolah lokal di Palestina. Karena kesulitan menulis akibat stroke, Abu dibantu seorang relawan untuk mengisi lembar jawabannya. Ia juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, khususnya sang istri yang mengawasi cucu ketika Abu belajar.

Ternyata Abu dahulunya sudah sekolah di sebuah desa di Ramlah, Palestina, yang kini sudah diduduki Israel pada tahun 1948 ketika perang. Seluruh keluarga Abu dipaksa mengungsi ke West Bank dan terpaksa tidak melanjutkan sekolah. Namun kini Abu ingin kembali ke sekolah sehingga setara dengan anak dan cucunya, meski nantinya ia tidak meneruskan pendidikannya ke universitas.

Dewi Cintyani, S.Pd.

Dewi Cintyani, S.Pd.

MATEMATIKA

Pengajar ‚Äėspesialis‚Äô matrikulasi Matematika ¬†yang punya bakat khusus dalam memberikan pemahaman dasar Matematika.¬† Pengajar yang menyukai anak-anak ini sangat konsisten dan fokus dalam menjalankan tugasnya sehingga anak didiknya merasa betah dan tak ingin pindah ke lain hati.